Analisis Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Pada Berbagai Media Tanam Berbasis Limbah Kelapa Sawit Dan Varietas Yang Berbeda
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui penggunaan media tanam yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media tanam berbasis limbah kelapa sawit dan varietas bawang merah terhadap pertumbuhan serta produksi, menentukan perlakuan terbaik, dan mengetahui adanya interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian dilakukan di Greenhouse Kebun Raya ITERA selama 60 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor, yaitu media tanam terdiri atas tanah (M0), tanah + kompos TKKS (M1), tanah + solid (M2), tanah + abu boiler (M3), dan tanah + kompos TKKS + solid + abu boiler (M4), serta varietas Bima Brebes (V1) dan Tajuk Nganjuk (V2). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter daun, jumlah anakan, bobot utuh segar, bobot umbi per rumpun segar, bobot umbi per rumpun kering, jumlah umbi, diameter umbi, dan warna umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M1 memberikan hasil terbaik pada sebagian besar parameter, dengan tinggi tanaman 29,96 cm, jumlah daun 23,7 helai, diameter daun 3,05 mm, jumlah anakan 10,0 anakan, bobot utuh segar 23,34 g, bobot umbi per rumpun segar 15,35 g, bobot umbi per rumpun kering 12,22 g, jumlah umbi 9,70 umbi, dan diameter umbi 1,59 cm. Varietas Bima Brebes juga menunjukkan pertumbuhan dan hasil lebih baik dibanding Tajuk Nganjuk. Terdapat interaksi nyata antara media tanam dan varietas, dengan kombinasi terbaik M1V1 menghasilkan bobot utuh segar 31,81 g dan diameter umbi 1,59 cm.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607220016
Keyword
Bawang merah Media tanam Pertumbuhan Produksi Varietas