PERANCANGAN MUSEUM SENI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR SINEMATIK ADAPTASI DARI ATMOSFER FILM BERGENRE SCI-FI
Kota Bandar Lampung memiliki perkembangan aktivitas seni yang cukup pesat, ditandai
dengan hadirnya berbagai komunitas kreatif, seniman, serta kegiatan pameran dan
workshop yang terus berkembang. Namun, hingga saat ini belum tersedia fasilitas seni
yang mampu mengakomodasi aktivitas tersebut secara terpadu dan berkelanjutan.
Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur sinematik yang terinspirasi dari
atmosfer ruang pada film Blade Runner 2049, yang monumental, kontemplatif, dan
dramatis, untuk membangun persepsi, emosi, dengan memikirkan kebutuhan aktivitas
seni di Bandar Lampung. Pendekatan ini diimplementasikan ke dalam desain melalui
pengolahan massa bangunan yang berkarakter monumental, permainan pencahayaan
alami dan skylight, serta hubungan visual antar ruang yang dihubungkan oleh innercourt
sebagai titik pusat sirkulasi.
Hasil perancangan menghasilkan museum seni 2 lantai dengan luasan 7.140 m².
Memiliki area komunal yang tersebar berupa innercourt, kafe, juga rooftop yang
memungkinkan fleksibilitas sirkulasi dan eksplorasi pengunjung. Perancangan ini
diharapkan dapat menjadi fasilitas seni yang ekspresif sekaligus ruang publik kreatif
yang mendukung perkembangan ekosistem seni dan budaya di Kota Bandar Lampung.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607210008
Keyword
Apresiasi Seni Komunitas Seni Museum Seni Pendekatan Atmosfer