Karakteristik Kimia dan Mikrobiologi Minuman Fungsional Kombinasi Kulit Jeruk Siam (Citrus suhuiensis) dan Kayu Manis (Cinnamomun burmanii)
Limbah kulit jeruk siam memiliki potensi besar sebagai sumber senyawa fungsional, namun pemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk kulit jeruk siam dan kayu manis terhadap karakteristik kimia serta cemaran mikroba minuman fungsional. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan (P0, P1, P2, P3, P4) dan dilakukan 2 kali pengulangan (duplo). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi formulasi penambahan bubuk kayu manis. Variabel terikat yang diuji meliputi karakteristik fisikokimia yaitu kadar air, aktivitas antioksidan, warna, dan pengujian mikrobiologi berupa Angka Lempeng Total (ALT). Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air, dengan nilai berkisar antara 0,05 hingga 0,011%. Sedangkan penambahan kayu manis berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan aktivitas antioksidan dan angka lempeng total (ALT). Aktivitas antioksidan tertinggi pada perlakuan P4 (4:3) sebesar 59,32 %. Nilai angka lempeng total terendah ditemukan pada perlakuamm P4 sebesar 3,7 x 106 koloni/g. Secara keseluruhan, minuman seduhan ini memenuhi standar keamanan pangan karena memiliki kadar air jauh dibawah batas maksimal SNI 3836:2013 (8%) dan mengandung senyawa aktif sinamaldehid dari kayu manis yang berfungsi sebagai antimikroba alami.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607170018
Keyword
kulit jeruk siam kayu manis kadar air aktivitas antioksidan angka lempeng total