Analisis Bidang Sesar dan Distribusi Perubahan Tegangan Coulomb pada Gempa Bumi Mw 7,8 di Barat Daya Sumatra
Identifikasi yang tepat terhadap bidang sesar sebenarnya serta kuantifikasi yang akurat terhadap redistribusi Tegangan Coulomb merupakan prasyarat fundamental dalam penilaian bahaya seismik pada zona deformasi intralempeng. Namun, kompleksitas sistem sesar konjugat di Cekungan Wharton, yang dicirikan oleh reaktivasi kerak samudra purba dengan orientasi utara–selatan dan barat laut–tenggara, menimbulkan ambiguitas yang signifikan dalam penentuan bidang nodal, sehingga mekanisme ruptur dan pola transfer tegangan pascagempa di wilayah ini masih belum terdefinisi dengan baik. Mengingat zona ini menunjukkan aktivitas seismik yang persisten dan berpotensi mengancam wilayah barat daya Sumatra, evaluasi bahaya seismik yang akurat menjadi sangat mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bidang sesar sebenarnya, mengarakterisasi distribusi spasial perubahan Tegangan Coulomb (∆σ_c), serta mengevaluasi konsistensi spasial antara zona tegangan positif dan distribusi gempa susulan sebagai proksi validasi model tegangan, menggunakan metode perubahan Tegangan Coulomb (∆σ_c) berdasarkan parameter mekanisme fokus dan model finite fault yang diperoleh dari USGS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nodal Plane 1 merupakan bidang sesar sebenarnya, yang memperlihatkan peningkatan tegangan maksimum hingga 0,1 bar dengan orientasi barat–timur hingga barat laut–tenggara, sejalan dengan struktur tektonik aktif di Cekungan Wharton. Evaluasi terhadap gempa susulan menunjukkan konsistensi spasial yang lebih tinggi dengan zona ∆σ_cpositif ketika Nodal Plane 2 digunakan sebagai receiver fault, sedangkan ketidakkonsistenan relatif pada Nodal Plane 1 mengindikasikan bahwa heterogenitas kerak samudra dan kompleksitas ruptur intralempeng secara bersama-sama mengendalikan distribusi seismisitas pascagempa, melampaui kontribusi transfer tegangan statis semata.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607160026
Keyword
Coulomb stress change Aftershock finite fault nodul plane