Analisis Klasterisasi Provinsi di Indonesia Berdasarkan Indikator Fasilitas Publik dengan Pendekatan Evidence Accumulation Clustering
Ketimpangan distribusi fasilitas publik antar provinsi di Indonesia masih menjadi tantangan utama pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan 38 provinsi berdasarkan lima indikator fasilitas publik, membandingkan kualitas klaster base clustering dengan ensemble, serta menganalisis karakteristik tiap klaster. Data sekunder dari publikasi BPS periode 2024 mencakup delapan variabel indikator pendidikan, kesehatan, air minum layak, sanitasi layak, dan listrik PLN. Metode Evidence Accumulation Clustering (EAC) mengintegrasikan K-Means, K-Medoids, dan Fuzzy C-Means melalui co-association matrix 38×38 dan Agglomerative Hierarchical Clustering average linkage. EAC menghasilkan kualitas klaster setara metode terbaik base clustering (Silhouette Score = 0,795; DBI = 0,352) sekaligus lebih robust secara metodologis. Berdasarkan analisis cluster lifetime, dipilih K=4 yang membagi provinsi menjadi empat klaster: Klaster 1 dengan fasilitas paling tertinggal (Papua Tengah, Papua Pegunungan), Klaster 2 dalam tahap transisi (Papua bagian barat dan selatan), Klaster 3 dengan fasilitas berkembang namun akreditasi tertinggal (17 provinsi kawasan tengah-timur), dan Klaster 4 paling maju (16 provinsi Jawa dan Sumatera). Pola ini mencerminkan kesenjangan fasilitas publik yang sistematis antara wilayah barat dan timur Indonesia.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607150024
Keyword
Evidence Accumulation Clustering ensemble clustering fasilitas publik klasterisasi provinsi