Paparan asap rokok menghasilkan Reactive Oxygen Species (ROS) yang memicu stres oksidatif dan dapat merusak hepar. Temu mangga merupakan tanaman herbal yang berpotensi sebagai hepatoprotektor karena memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan menghambat aktivitas peroksidasi lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infusa temu mangga sebagai hepatoprotektor pada mencit yang diberi paparan asap rokok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 kelompok perlakuan. dan 4 pengulangan. Parameter penelitian meliputi skrining fitokimia, analisis profil darah, kadar SGOT, SGPT, morfologi hepar, dan indeks hepatosomatik (IHS). Hasil menunjukkan bahwa infusa temu mangga mengandung flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin, dan tanin. Asap rokok meningkatkan kadar SGOT, meningkatkan jumlah leukosit, serta meningkatkan indeks hepatosomatik, dan meningkatkan persentase kerusakan morfologi hepar yang ditandai perubahan warna, munculnya bintik, dan nodul pada permukaan hepar. Pemberian infusa temu mangga dosis 2 dan 3 mg/g BB pada mencit yang dipapar asap rokok berhasil mempertahankan kadar normal leukosit, SGOT, morfologi hepar, dan IHS Pemberian infusa temu mangga menunjukkan efek hepatoprotektor yang optimum pada dosis 2 mg/g BB, sedangkan pada dosis 4 mg/g BB mulai menunjukkan adanya efek toksik.Kata kunci:
Paparan asap rokok menghasilkan Reactive Oxygen Species (ROS) yang memicu stres oksidatif dan dapat merusak hepar. Temu mangga merupakan tanaman herbal yang berpotensi sebagai hepatoprotektor karena memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan menghambat aktivitas peroksidasi lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infusa temu mangga sebagai hepatoprotektor pada mencit yang diberi paparan asap rokok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 kelompok perlakuan. dan 4 pengulangan. Parameter penelitian meliputi skrining fitokimia, analisis profil darah, kadar SGOT, SGPT, morfologi hepar, dan indeks hepatosomatik (IHS). Hasil menunjukkan bahwa infusa temu mangga mengandung flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin, dan tanin. Asap rokok meningkatkan kadar SGOT, meningkatkan jumlah leukosit, serta meningkatkan indeks hepatosomatik, dan meningkatkan persentase kerusakan morfologi hepar yang ditandai perubahan warna, munculnya bintik, dan nodul pada permukaan hepar. Pemberian infusa temu mangga dosis 2 dan 3 mg/g BB pada mencit yang dipapar asap rokok berhasil mempertahankan kadar normal leukosit, SGOT, morfologi hepar, dan IHS Pemberian infusa temu mangga menunjukkan efek hepatoprotektor yang optimum pada dosis 2 mg/g BB, sedangkan pada dosis 4 mg/g BB mulai menunjukkan adanya efek toksik.
Kata kunci:
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607150010
Keyword
asap rokok Curcuma amada hepatoprotektor infusa