PEMETAAN POTENSI WILAYAH BAHAYA BANJIR BANDANG MENGGUNAKAN METODE FLASH FLOOD POTENTIAL INDEX (FFPI) DENGAN MODEL BREWSTER DI SUB DAS WAY PAMPANGAN, TELUK BETUNG SELATAN
Banjir bandang merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang berdampak besar terhadap permukiman, infrastruktur, dan lingkungan, sehingga diperlukan kajian spasial untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran potensi bahaya banjir bandang di Sub DAS Way Pampangan, Teluk Betung Selatan, menggunakan metode Flash Flood Potential Index (FFPI) model Brewster. Metode penelitian dilakukan melalui analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis dengan memanfaatkan parameter fisiografis, yaitu kemiringan lereng, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, dan tekstur tanah. Data kemiringan lereng diperoleh dari DEMNAS, penggunaan lahan dan kerapatan vegetasi dianalisis melalui Citra Landsat 8, sedangkan tekstur tanah ditentukan melalui uji
laboratorium pada sampel tanah lapangan. Seluruh parameter kemudian direklasifikasi dan di-overlay untuk menghasilkan peta potensi bahaya banjir bandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Way Pampangan didominasi oleh kelas potensi bahaya banjir bandang sedang dengan luas sebesar 5.635,4 ha atau 96,63%, diikuti dengan kelas rendah sebesar 52,29 ha atau 0,90%, dan kelas tinggi sebesar 144,49 ha atau 2,48% yang berada di kecamatan Padang Cermin.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607140010
Keyword
Banjir Bandang Flash Flood Potential Index (FFPI) model Brewster Sistem Informasi Geografis (SIG) Sub DAS Way Pampangan