Implementasi Konsep Desain pada Buku Ruang Ibadah dalam Bingkai Alam Berbasis Arsitektur Lanskap
Ruang ibadah dalam tradisi Katolik umumnya dipahami sebagai
bangunan gereja yang digunakan untuk perayaan liturgi. Namun,
Gereja Katolik juga mengenal ruang ibadah non-liturgis seperti taman
doa, Gua Maria, dan Jalan Salib yang berfungsi sebagai sarana devosi,
refleksi, dan ziarah. Di tengah perkembangan kawasan perkotaan yang
semakin padat dan terbatasnya ruang terbuka yang mendukung aktivitas
spiritual, taman doa memiliki potensi sebagai ruang ibadah alternatif
yang mampu mengintegrasikan pengalaman religius dengan
lingkungan alam. Penelitian bertujuan mengkaji peran arsitektur
lanskap dalam pengembangan ruang ibadah non-liturgis Katolik.
Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara
mendalam, dan studi literatur. Pembahasan pada penelitian ini
mencakup implementasi dengan pendekatan perancangan lanskap yang
terdiri atas inventarisasi, analisis, sintesis, konsep, dan hasil
implementasi desain dimana implementasi dilakukan pada kawasan
Asilo Hermelink di Bandar Lampung. Implementasi konsep pada studi
kasus Asilo Hermelink menunjukkan bahwa pendekatan arsitektur
lanskap dapat digunakan untuk mengembangkan ruang ibadah nonliturgis yang lebih terarah dan bermakna.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607130025
Keyword
Arsitektur Lanskap Asilo Hermelink Jalan Salib Ruang Ibadah Katolik Taman Doa