Deteksi Parasit Malaria dan Sel Darah Putih pada Citra Mikroskopis menggunakan Arsitektur YOLO-Para
Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit
Plasmodium dan masih menjadi permasalahan kesehatan global yang serius,
dengan 263 juta kasus dan 597 ribu kematian tercatat pada tahun 2023. Diagnosis
standar melalui pemeriksaan mikroskopis apusan darah memerlukan tenaga
ahli terlatih yang semakin langka, khususnya di daerah terpencil. Penelitian ini
bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi model deteksi otomatis parasit
Plasmodium falciparum dan sel darah putih (White Blood Cell/WBC) pada
citra mikroskopis apusan darah menggunakan arsitektur YOLO-Para, yaitu
modifikasi YOLOv8 yang dilengkapi modul CBAM (Convolutional Block
Attention Module), C3STR (C3 with Swin Transformer), dan NAM Attention
(Normalization-based Attention Module).
Dataset yang digunakan berasal dari Kaggle Malaria Bounding Boxes
berisi 1.364 citra mikroskopis dengan anotasi bounding box dalam format
JSON yang dikonversi ke format YOLO menjadi 2 kelas: Parasite dan WBC.
Ketidakseimbangan kelas yang ekstrem (rasio 24:1) diatasi melalui teknik
oversampling pada training set sehingga rasio tereduksi menjadi 7:1. Dua varian
arsitektur dibandingkan: YOLO-Para-AP dengan 5 detection heads (∼66 juta
parameter) dan YOLO-Para-SMP dengan 3 detection heads (∼25 juta parameter),
keduanya dilatih selama 100 epoch menggunakan GPU NVIDIA GeForce RTX
5070.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa YOLO-Para-SMP mencapai mAP50
sebesar 93,1
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607130017
Keyword
deep learning deteksi malaria citra mikroskopis object detection YOLO-Para