Formulasi Sediaan Nutrasetikal Gummy Candy Fortifikasi Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Sebagai Sumber Protein Dengan Metode Simplex Lattice Design
Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang dapat disebabkan oleh rendahnya asupan protein hewani. Ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi difortifikasikan pada sediaan nutrasetikal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio konsentrasi gelatin dan pektin yang optimum terhadap karakteristik fisik sediaan Gummy Candy fortifikasi tepung ikan nila menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD). Penelitian dilakukan dengan memvariasikan gelatin sebagai faktor A dan pektin sebagai faktor B menggunakan aplikasi Design Expert 13. Konsentrasi gelatin divariasikan pada rentang 25–35 persen dan pektin 5–15 persen. Respon tekstur yang diamati meliputi kekerasan, kohesivitas, dan kekenyalan menggunakan Texture Analyzer Brookfield. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa model linear mixture pada respon tekstur tidak signifikan secara statistik (p-value >0,05). Formula optimum yang didapatkan, yaitu gelatin 25 persen dan pektin 15 persen dengan nilai prediksi kekerasan sebesar 854,330, kohesivitas sebesar 0,822, dan kekenyalan sebesar 18,528. Namun, nilai desirabilitas yang diperoleh sebesar 0,465 menunjukkan bahwa formula yang dihasilkan belum mampu memenuhi seluruh target optimasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode SLD dapat digunakan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi gelatin dan pektin terhadap karakteristik fisik Gummy Candy fortifikasi tepung ikan nila, namun formula optimum yang diperoleh belum mencapai kondisi optimasi ideal.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607130013
Keyword
gummy candy ikan nila Simplex Lattice Design pektin gelatin