ANALISIS PENGARUH GEOMETRI JALAN REL TERHADAP PERFORMA KECEPATAN KRL DI JALUR PETAK TANJUNG PRIOK – JAKARTA KOTA
Lintas Jakarta Kota–Tanjung Priok merupakan salah satu lintas Kereta Rel Listrik (KRL) yang beroperasi di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta dengan panjang lintasan sekitar 8,115 km. Lintas ini memiliki karakteristik geometri jalan rel yang terdiri atas lintasan lurus, lengkung horizontal, dan kelandaian yang berpotensi memengaruhi performa kecepatan perjalanan kereta api. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geometri jalan rel pada lintas Jakarta Kota–Tanjung Priok, menganalisis kondisi kecepatan operasional KRL, serta mengetahui pengaruh geometri jalan rel terhadap performa kecepatan KRL.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data primer berupa observasi lapangan dan dokumentasi, serta data sekunder berupa data geometri jalan rel, data Kereta Ukur, Track Quality Index (TQI), Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA), dan data kecepatan operasional KRL. Analisis dilakukan menggunakan metode korelasi Pearson dan regresi linier untuk mengetahui hubungan antara radius lengkung dan kualitas geometri jalan rel terhadap kecepatan operasional kereta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintas Jakarta Kota–Tanjung Priok memiliki 22 lengkung horizontal dengan variasi radius antara 450 meter hingga 1.500 meter. Berdasarkan hasil evaluasi geometri jalan rel, kondisi angkatan, listringan, lebar jalur, dan pertinggian secara umum masih berada dalam batas toleransi yang diperkenankan. Nilai Track Quality Index (TQI) menunjukkan kondisi lintasan yang bervariasi dari kategori baik hingga sedang. Hasil analisis korelasi dan regresi menunjukkan bahwa radius lengkung memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap kecepatan rencana dengan nilai koefisien determinasi sebesar 95,6%. Namun demikian, terhadap kecepatan operasional KRL yang ditetapkan sebesar 36 km/jam, pengaruh geometri jalan rel tidak menunjukkan hubungan yang signifikan karena kecepatan operasional telah dibatasi oleh faktor operasional dan kondisi lingkungan lintasan. Dengan demikian, performa kecepatan operasional KRL pada lintas Jakarta Kota–Tanjung Priok lebih dipengaruhi oleh kebijakan operasional dibandingkan kondisi geometri jalan rel.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607120005
Keyword
Geometri Jalan Rel Radius Lengkung Kecepatan Operasional KRL Track Quality Index Korelasi dan Regresi