Evaluasi dan kalibrasi koefisien empiris model daya dukung aksial tiang bor berbasis data data standart penetration test dan static loading test dengan pendekatan optimasi grid search dan differential evolution
Perencanaan daya dukung tiang bor di Indonesia umumnya menggunakan metode empiris berbasis Standard Penetration Test (SPT), seperti Meyerhof (1976), Reese & Wright (1977), dan O'Neill & Reese (1999), yang dikembangkan dari basis data geoteknik global sehingga belum tentu sesuai dengan kondisi tanah lokal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja metode empiris, mengkalibrasi koefisien menjadi metode regional, serta membandingkan performanya terhadap kapasitas ultimit hasil interpretasi Static Loading Test (SLT). Penelitian menggunakan 29 data tiang bor dari 14 proyek di Indonesia. Kalibrasi dilakukan melalui pendekatan two-stage optimization yang mengombinasikan Grid Search dan Differential Evolution (DE). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode empiris secara umum masih menghasilkan underestimate, dengan rata-rata Bias Factor sebesar 1,20 dan COV sebesar 37.7 persen, sehingga interpretasi Davisson dan Chin dipilih sebagai Qtarget kalibrasi. Koefisien regional optimum yang diperoleh adalah Ksc dengan nilai 3,58, Ksnc 2.67, Kbc sama dengan 70.12, dan Kbnc sama dengan 61.19, dengan performa terbaik pada dataset kalibrasi berupa R² sama dengan 0.70, Bias Factor sama dengan 1,00, COV 16.80 persen, dan MAPE 15.23 persen. Pada evaluasi menggunakan keseluruhan dataset, metode regional menghasilkan Bias Factor dan MAPE yang kompetitif, namun belum menunjukkan peningkatan yang konsisten pada R² dan COV dibandingkan seluruh metode empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalibrasi koefisien mampu meningkatkan representativitas model terhadap kondisi lokal dan menjadi dasar pengembangan metode regional untuk prediksi daya dukung tiang bor di Indonesia.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607120003
Keyword
daya dukung aksial ketidakpastian prediksi optimasi dua tahap grid search differential evolution koefisien regional