Delineasi Zona Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 2D Pada Daerah yang Dipengaruhi Sistem Panas Bumi di Minahasa, Sulawesi Utara
Air tanah merupakan sumber daya penting bagi kebutuhan masyarakat yang keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi geologi bawah permukaan. Pada wilayah yang dipengaruhi sistem panas bumi, distribusi air tanah dapat mengalami perubahan akibat rekahan batuan, alterasi, dan pergerakan fluida bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan litologi bawah permukaan, mengidentifikasi serta mendelineasi zona akuifer, dan menganalisis pengaruh sistem panas bumi terhadap keberadaan akuifer di desa Tempang, Langowan Utara menggunakan metode geolistrik resistivitas 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawah permukaan daerah penelitian tersusun oleh batuan vulkanik Formasi QTv (Tufa Tondano) yang didominasi oleh breksi pumice dan tuf vulkanik dengan variasi nilai resistivitas. Zona akuifer teridentifikasi pada lapisan dengan nilai resistivitas kurang dari 1 Ωm – 12 Ωm yang menunjukkan lapisan lempung tufan jenuh air. Hasil pemodelan tiga dimensi menunjukkan bahwa distribusi akuifer tidak merata dan cenderung mengikuti jalur tertentu di bawah permukaan. Keberadaan sistem panas bumi mempengaruhi sebaran akuifer melalui rekahan batuan yang berfungsi sebagai jalur perpindahan fluida.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607120001
Keyword
geolistrik resistivitas 2D akuifer sistem panas bumi resistivitas