Usulan Strategi Pengendalian Human Error dan Beban Kerja Mental Pada Teller Bank Lampung Cabang Kota Madya Metro
Penelitian ini memiliki tujuan guna mengukur tingkat beban kerja mental dan mengidentifikasi potensi kesalahan manusia di antara para teller di Bank Lampung, cabang Kota Madya Metro, dengan menggunakan metode NASA-TLX dan SHERPA. Penelitian ini dilakukan karena tingginya intensitas pelayanan kepada nasabah, kebutuhan ketelitian dalam transaksi, serta beberapa kesalahan kerja yang terjadi dalam kegiatan teller. Metode NASA-TLX digunakan untuk mengukur beban kerja mental melalui enam dimensi: tuntutan mental, tuntutan fisik, tuntutan waktu, kinerja, usaha, dan tingkat frustrasi. Sementara itu, metode SHERPA digunakan untuk mengidentifikasi potensi kesalahan kerja berdasarkan analisis tugas pekerjaan (Hierarchical Task Analysis).Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat beban kerja mental teller berada pada kategori sangat tinggi dengan rentang skor 77,33 – 97,33. Indikator paling dominan berupa mental demand dengan skor 332,5. Selain itu, hasil identifikasi SHERPA menunjukkan terdapat beberapa potensi human error pada aktivitas penyetoran, penarikan, dan transfer, seperti salah input transaksi, kesalahan perhitungan uang, serta kurangnya ketelitian saat verifikasi data nasabah. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi perbaikan yang disarankan adalah pembuatan dokumen checklist kerja teller, pelaksanaan pelatihan service excellence, serta pengadaan layanan kesehatan mental. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada nasabah sekaligus mengurangi potensi terjadinya kesalahan kerja yang dilakukan oleh teller.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607090012
Keyword
Beban kerja mental Human error NASA-TLX SHERPA Teller Bank