(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

PENERAPAN LIFE CYCLE COSTING (LCC) PADA PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI KELAPA SAWIT MENJADI PUPUK ORGANIK DI UMKM X SABAH BALAU


Industri kelapa sawit menghasilkan limbah dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah mengolah sludge hasil elektrokoagulasi Palm Oil Mill Secondary Effluent (POMSE) dan pelepah kelapa sawit menjadi pupuk organik. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Life Cycle Costing (LCC) untuk menganalisis biaya siklus hidup, mengidentifikasi komponen biaya dominan (hotspot cost), mengevaluasi potensi keuntungan, serta menyusun rekomendasi peningkatan efisiensi ekonomi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan LCC dengan batas sistem gate-to-gate yang meliputi proses elektrokoagulasi, pencacahan pelepah, dan pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya siklus hidup sistem sebesar Rp5.757.461 per siklus produksi. Komponen biaya dalam sistem adalah Fixed Operating Cost (FOC) sebesar 56,51%, diikuti Variable Operating Cost (VOC) 16,11%, Capital Cost (CC) 11,71%, Utility Cost 11,01%, Replacement Cost (RC) 3,18%, dan End of Life (EoL) 1,49%. Analisis Pareto menunjukkan FOC, VOC, dan CC merupakan hotspot cost dengan kontribusi kumulatif 84,32%. Sistem menghasilkan laba bersih sebesar Rp67.861.398/tahun pada skenario penjualan 100%, yang meningkat menjadi Rp121.367.034/tahun melalui simulasi scale-up kapasitas produksi sebesar 300%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik layak secara ekonomi serta berpotensi meningkatkan nilai tambah dan mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607080028

Keyword
Ekonomi Sirkuler Biaya dominan Biaya siklus hidup Limbah kelapa sawit Pomse Pupuk organik