ANALISIS SPASIAL ANOMALI MAGNETIK UNTUK IDENTIFIKASI JALUR PIPA BAWAH LAUT DI PERAIRAN TANJUNG MAS, SEMARANG
View/Open
Author
Date Published
30 Nov -0001
Advisor
Subject
Teknik Geomatika
Publisher
Infrastruktur pipa bawah laut merupakan komponen kritis sistem distribusi energi nasional yang memerlukan pemetaan spasial akurat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik anomali magnetik dan pola sebaran pipa bawah laut di Perairan Tanjung Mas, Semarang, serta mengevaluasi tingkat kepercayaan metode magnetik yang digunakan. Data magnetometer sekunder dari PUSHIDROSAL (Juli–Agustus 2020) diolah melalui koreksi IGRF, pemisahan anomali residual (B-Spline dan polinomial), transformasi Analytic Signal, dan Blakely Test, kemudian divalidasi secara multisumber menggunakan Peta Laut Indonesia (PLI) dan citra Multibeam Echosounder (MBES). Hasil pengolahan menunjukkan nilai anomali magnetik residual pada rentang 5,714–7,098 nT, dengan 250 titik potensi anomali tinggi yang membentuk pola distribusi linier dan kontinu, sejalan dengan jalur pipa pada PLI dan fitur morfologi pada citra MBES, sehingga memperkuat interpretasi keberadaan jalur pipa bawah laut. Evaluasi kepercayaan multikriteria menghasilkan tingkat kepercayaan indikatif ~75–85%, yang bersifat indikatif dan belum konfirmatif karena belum adanya verifikasi ground truth di lapangan serta ketidakpastian posisional data referensi. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi analisis spasial multisumber meningkatkan kualitas interpretasi data magnetik dibandingkan dengan pendekatan tunggal, sekaligus menggarisbawahi perlunya verifikasi fisik lanjutan sebelum hasil digunakan sebagai dasar keputusan rekayasa.
Kata kunci: anomali magnetik, pipa bawah laut, magnetometer, analytic signal, analisis spasial.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607080017
Keyword
anomali magnetik pipa bawah laut magnetometer analytic signal analisis spasial