Analisis Penyebab dan Mitigasi Penurunan Tanah pada Jalur III Stasiun Tegineneng
Jalur III Stasiun Tegineneng mengalami kerusakan geometri akibat keruntuhan lateral tanah dasar. Hasil uji mengklasifikasikan tanah sebagai SP-SM (kadar air 25,45%, DCP 4,467%), di bawah standar PM No. 60/2012. Penelitian ini mengevaluasi stabilisasi tanah dengan campuran semen-air (2:1 dan 1:1) melalui uji Kuat Tekan Bebas (UCS), serta analisis dinamis Talbot dan Boussinesq guna mengevaluasi Safety Factor (SF) sesuai SNI 8460:2017. Tanah asli terbukti tidak aman (tegangan ultimate 2,15 kg/cm², SF 1,531). Pasca-stabilisasi 28 hari, daya dukung meningkat signifikan. Campuran 2:1 mencapai tegangan 10,70 kg/cm² (SF 7,624) namun getas (regangan 2,62%). Komposisi 1:1 direkomendasikan dengan tegangan 8,94 kg/cm² (SF 6,369) dan regangan 4,26%, karena mampu meningkatkan daya dukung tanpa mengorbankan elastisitas.
Kata Kunci: Kuat Tekan Bebas (UCS), Perkuatan Semen, Safety Factor, Stabilisasi Tanah, Stasiun Tegineneng.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607080004
Keyword
Kuat Tekan Bebas (UCS) Perkuatan Semen Stabilisasi Tanah Stasiun Tegineneng Safety Factor