PENGGUNAAN DATA GNSS DAN EVALUASI SENSITIVITAS KONFIGURASI UNTUK ESTIMASI DEFORMASI KOSEISMIK GEMPA SAMUDRA HINDIA TAHUN 2012
Gempa Samudra Hindia 11 April 2012 dengan magnitudo Mw 8,6 dan Mw 8,2 merupakan salah satu gempa intraplate terbesar yang menyebabkan deformasi koseismik berskala regional di wilayah Sumatra dan sekitarnya. Deformasi tersebut dapat diamati menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) yang mampu mendeteksi perubahan posisi permukaan bumi hingga tingkat milimeter. Dalam pengolahan data GNSS presisi tinggi menggunakan perangkat lunak GAMIT/GLOBK, konfigurasi jaringan dan distribusi titik ikat mempengaruhi kestabilan solusi koordinat serta hasil estimasi deformasi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konfigurasi jaringan dan distribusi titik ikat terhadap hasil estimasi deformasi koseismik akibat Gempa Samudra Hindia 2012. Penelitian dilakukan menggunakan data GNSS dari jaringan SuGAr dan IGS yang diolah dalam kerangka referensi ITRF14 pada lima stasiun pengamatan, yaitu ABGS, BAKO, JMBI, LEWK, dan MLKN dengan sepuluh konfigurasi jaringan berbeda. Evaluasi dilakukan melalui analisis time series, residual time series, velocity, deformasi horizontal, deformasi vertikal, dan sensitivitas konfigurasi jaringan GNSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konfigurasi jaringan mempengaruhi hasil estimasi deformasi, terutama pada komponen vertikal yang lebih sensitif dibandingkan komponen horizontal. Berdasarkan hasil evaluasi, konfigurasi K1 menghasilkan solusi koordinat paling stabil dan konsisten sehingga direkomendasikan sebagai konfigurasi optimal dalam analisis deformasi koseismik berbasis GNSS pada wilayah tektonik aktif.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607060019
Keyword
Deformasi Koseismik, GNSS, GAMIT/GLOBK, Sensitivit