Identifikasi Korelasi Curah Hujan terhadap Produksi dan Produktivitas Padi di Jawa Barat akibat Aktivitas ENSO (2020 – 2024)
Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, pemerintah menetapkan strategi peningkatan produktivitas pertanian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, seiring dengan optimalisasi peran wilayah lumbung pangan, seperti Jawa Barat. Namun, dominasi sawah tadah hujan di Indonesia menyebabkan sektor pertanian rentan terhadap perubahan curah hujan akibat fenomena iklim global seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO). Maka dari itu, penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi ENSO berdasarkan Oceanic Niño Index (ONI) terhadap curah hujan serta hubungannya dengan produksi dan produktivitas padi terutama pada periode 2020 – 2024 di Jawa Barat menggunakan metode cross-correlation dengan variasi lag. Data yang digunakan meliputi curah hujan bulanan dari Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station (CHIRPS), data produksi, dan data luas panen dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghitung produktivitas padi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi sangat kuat antara fenomena ENSO terhadap rata-rata curah hujan bulanan di beberapa wilayah Jawa Barat pada fase El Niño. Korelasi terkuat terjadi tanpa jeda waktu (lag 0) di Kabupaten Kuningan dengan nilai korelasi sebesar 0.89 dalam kategori sangat kuat. Selain itu, ditemukan korelasi kuat antara rata-rata curah hujan bulanan yang dipengaruhi ENSO dengan sektor pertanian di beberapa wilayah Jawa Barat. Korelasi terkuat pada produktivitas padi muncul pada lag 0 saat fase El Niño di Kabupaten Majalengka dengan nilai r sebesar 0.77 dalam kategori kuat. Pada fase ENSO yang sama, korelasi terkuat dengan produksi padi baru muncul pada lag 2 di Kabupaten Garut dengan nilai r sebesar 0.63 dalam kategori kuat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607050005
Keyword
Cross-Correlation Curah hujan ENSO Jawa Barat Produksi padi