ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PESISIR TERHADAP RISIKO BANJIR ROB MENGGUNAKAN COASTAL VULNERABILITY INDEX (CVI) DI KECAMATAN KRUI SELATAN
Kecamatan Krui Selatan merupakan wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sehingga rentan terhadap berbagai ancaman pesisir, salah satunya banjir rob. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan pesisir terhadap risiko banjir rob menggunakan metode Coastal Vulnerability Index (CVI) yang diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penilaian kerentanan dilakukan berdasarkan tujuh parameter, yaitu geomorfologi pantai, perubahan garis pantai, elevasi, kemiringan lereng pesisir, pasang surut, kenaikan muka air laut, dan tinggi gelombang. Hasil penelitian menunjukkan nilai CVI wilayah pesisir Kecamatan Krui Selatan berkisar antara 46,29–59,76. Segmen Walur dan Lintik termasuk kategori sedang dengan nilai CVI 46,29, sedangkan segmen Padang Haluan, Way Napal, Way Suluh, Padang Raya, Balai Kencana, dan Mandiri Sejati termasuk kategori rentan dengan nilai CVI 53,45–59,76. Segmen Padang Raya, Balai Kencana, Mandiri Sejati memiliki nilai CVI tertinggi sehingga berpotensi mengalami risiko banjir rob yang lebih besar dibandingkan segmen lainnya. Tingkat kerentanan tersebut dipengaruhi oleh kondisi elevasi rendah, kemiringan pantai yang landai, geomorfologi pantai berpasir, serta kenaikan muka air laut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan di Kecamatan Krui Selatan.
Kata Kunci: Banjir rob, Coastal Vulnerability Index (CVI), kerentanan pesisir, Kecamatan Krui Selatan, SIG.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607030022
Keyword
Banjir Rob Coastal Vulnerability Index (CVI) Kerentanan Pesisir Kecamatan Krui Selatan SIG