Analisis Daya Dukung Aksial Fondasi Tiang Bor Berdasarkan Metode Empiris, Hasil Uji Static Loading Test (SLT), Metode Elemen Hingga dan Hasil Uji Pile Driving Analyzer (PDA) (Studi Kasus : Tower BRI Medan)
Fondasi tiang bor digunakan untuk menyalurkan beban struktur, namun
perhitungannya sering bervariasi antar metode. Penelitian ini
membandingkan kapasitas ultimit Qu tiang tunggal Proyek Tower BRI
Medan menggunakan persamaan empiris berdasarkan data N-SPT,
interpretasi SLT tiang P-188 Chin, Davisson, Mazurkiewicz, uji PDA
tiang P-199, serta simulasi FEM Hardening Soil. Hasil analisis
menunjukkan metode empiris menghasilkan Qu sebesar 487,04 ton
(Meyerhoff), 543,57 ton (Reese & Wright), dan 445,57 ton (Reese &
O'Neil). Nilai tersebut lebih tinggi dari interpretasi SLT yang
menghasilkan 333,33 ton (Chin), 320 ton (Davisson), dan 401,75 ton
(Mazurkiewicz), dengan beban maksimum aktual lapangan sebesar 293
ton. Sementara itu, uji PDA menghasilkan daya dukung 500 ton dan
simulasi FEM memprediksi nilai tertinggi mencapai 693 ton.
Kesimpulannya, metode Reese & O'Neil memberikan estimasi empiris
paling mendekati beban uji SLT, sedangkan Davisson menjadi metode
interpretasi paling konservatif akibat batasan penurunan elastis tiang.
Sebaliknya, simulasi FEM memprediksi kapasitas tertinggi karena
memodelkan interaksi tanah-tiang
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607030004
Keyword
tiang bor daya dukung Static loading test (SLT) Pile Draiving Analyzer (PDA) Finite Element Method (FEM)