Analisis Postur Kerja Di PTPN IV Regional 7 Unit Bekri Menggunakan Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Nordic Body Map (NBM)
Aktivitas pemanenan kelapa sawit secara manual berpotensi menimbulkan gangguan musculoskeletal disorders (MSDs) akibat postur kerja yang tidak ergonomis dan dilakukan secara berulang. Penelitian ini bertujuan menentukan titik kritis postur kerja, menganalisis tingkat risiko postur kerja, serta memberikan rekomendasi perbaikan ergonomis pada aktivitas pemanenan kelapa sawit di PTPN IV Regional 7 Unit Bekri. Lingkup penelitian meliputi aktivitas pemotongan pelepah dan tandan buah segar (TBS) serta pemotongan tangkai TBS. Analisis sudut gerak dibatasi pada gerakan fleksi dan ekstensi yang diamati dari tampak samping (sagittal view) dan tidak mencakup pengujian implementasi rekomendasi. Metode yang digunakan meliputi analisis Selang Alami Gerak (SAG), Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aktivitas pemotongan pelepah dan TBS, 100% subjek mengalami ekstensi leher pada zona 3 dan 66,67% mengalami fleksi bahu pada zona 3. Skor REBA berada pada rentang 9–10 (risiko tinggi) untuk pemotongan pelepah dan TBS serta 6–10 (risiko sedang hingga tinggi) untuk pemotongan tangkai TBS. Keluhan NBM didominasi pada segmen leher, bahu, dan punggung. Rekomendasi perbaikan berupa penggunaan upper limb exoskeleton sebagai alat bantu untuk mendistribusikan beban kerja pada segmen tubuh bagian atas.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607020023
Keyword
Ergonomi Kelapa Sawit MSDs NBM REBA