PENGARUH VARIASI ARAH ORIENTASI SERAT PISANG ABAKA TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BERMATRIKS HDPE DAUR ULANG
Limbah plastik HDPE menjadi permasalahan lingkungan serius akibat waktu degradasi yang lama, sehingga daur ulang menjadi salah satu solusi yang dikembangkan. Namun, HDPE daur ulang memiliki sifat mekanik lebih rendah akibat degradasi rantai polimer selama proses daur ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi arah orientasi serat pisang abaka (0°, 45°, dan 90°) terhadap sifat mekanik komposit bermatriks HDPE daur ulang melalui pengujian tarik dan bending. Komposit dibuat dengan metode hot press pada suhu 190°C, tekanan 7 MPa, selama 30 menit dengan fraksi berat serat 10%. Hasil uji tarik menunjukkan sampel 90° memiliki kuat tarik tertinggi (13,40 MPa), sampel 45° memiliki elongasi tertinggi (4,54%), sedangkan sampel 0° menunjukkan nilai terendah (8,74 MPa). Pada uji bending, sampel 45° menghasilkan kekuatan lentur tertinggi (53,55 MPa), diikuti sampel 90° (45,10 MPa), dan sampel 0° terendah (35,67 MPa). Karakteristik patahan menunjukkan mode ulet pada 0°, geser antarmuka pada 45°, dan getas transversal pada 90° saat uji tarik, sedangkan seluruh sampel uji bending menunjukkan keuletan tinggi tanpa patah total (no break failure). Hasil ini mengonfirmasi sifat anisotropik komposit serat abaka-HDPE daur ulang.
Kata kunci: HDPE daur ulang, serat abaka, orientasi serat, sifat mekanik, komposit
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607020020
Keyword