Redesain Kawasan Situ Plaza Cibinong Sebagai RUang Terbuka Publik Berbasis Budaya Sunda
Situ Plaza Cibinong merupakan ruang terbuka publik di
Kabupaten Bogor dengan luas kawasan mencapai 8,44 hektar
yang memiliki potensi ekologis, sosial, dan budaya yang besar.
Namun, kondisi eksisting kawasan masih menghadapi berbagai
permasalahan seperti keterbatasan fasilitas, aksesibilitas yang
belum optimal, serta belum kuatnya identitas budaya Sunda pada
desain kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang
kembali Situ Plaza Cibinong sebagai ruang terbuka publik
berbasis budaya Sunda melalui penerapan filosofi Tri Tangtu di
Buana. Luas kawasan 8,44 hektar dan konsep budaya Sunda
menjadi dasar perancangan kawasan.
Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan,
wawancara, kuesioner, studi pustaka, serta pendekatan
perancangan LaGro yang terdiri dari tahapan inventarisasi,
analisis, sintesis, perencanaan, dan perancangan. Hasil penelitian
menghasilkan pembagian ruang berdasarkan filosofi Sunda
menjadi tiga zona utama, yaitu Zona Ratu sebagai area
penerimaan dan identitas kawasan, Zona Rama sebagai pusat
aktivitas sosial dan rekreasi masyarakat, serta Zona Resi sebagai
iv
kawasan konservasi dan rekreasi berbasis alam. Pembagian zona
tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara
fungsi sosial, ekologis, dan budaya sehingga menghasilkan
ruang publik yang lebih fungsional, berkelanjutan, dan
berkarakter. Konsep zonasi Rama, Ratu, dan Resi diterapkan
sebagai dasar pembentukan ruang kawasan.
Kata Kunci: Redesain Lanskap, Situ Plaza Cibinong, Ruang
Terbuka Publik, Budaya Sunda, Tri Tangtu di Buana.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607010060
Keyword