Evaluasi Performa Adaptive Query Execution (AQE) pada Arsitektur Hybrid Data Lakehouse Berbasis Apache Iceberg
Pertumbuhan data akademik membutuhkan arsitektur pengolahan data
yang mampu mendukung penyimpanan terstruktur dan eksekusi kueri
yang efisien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh Adaptive
Query Execution (AQE) terhadap performa pipeline pada arsitektur
Hybrid Data Lakehouse berbasis Apache Iceberg. Sistem dibangun
menggunakan Apache Spark, Apache Iceberg, MinIO, Apache Airflow,
dan Docker container dengan pola medallion architecture yang terdiri
atas layer Bronze, Silver, dan Gold. Dataset sintetis domain akademik
terdiri dari 15 tabel dengan total 37.538 baris berukuran 4,11 MB.
Eksperimen membandingkan skenario AQE OFF dan AQE ON pada
pipeline bronze-to-silver serta enam workload pada layer Silver dan
Gold. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik runtime, throughput,
speedup, distribusi partisi, data skew, dan efisiensi shuffle. Hasil
menunjukkan bahwa AQE menurunkan durasi pipeline dari 357,066
detik menjadi 135,261 detik, atau meningkat 62,12%, dengan
throughput naik dari 82,67 menjadi 218,22 baris per detik.
Peningkatan terutama terlihat pada operasi join dan agregasi melalui
shuffle partition coalescing, skew join optimization, dan dynamic
partition pruning. AQE tidak selalu menguntungkan pada workload
kecil, seperti W3 dan W5, karena biaya adaptif dapat melebihi manfaat
optimasi. Dengan demikian, AQE lebih tepat diterapkan secara selektif
pada layer transformasi yang melibatkan shuffle, join, dan agregasi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607010055
Keyword
Adaptive Query Execution Apache Iceberg Data Lakehouse Apache Spark Medallion Architecture Optimasi Kueri