Pemetaan Percepatan Tanah Puncak di Indonesia Menggunakan Pendekatan Sumber Area dan Seismisitas Terhalus yang Saling Melengkapi
Penilaian ancaman seismik di wilayah dengan kondisi tektonik yang kompleks memerlukan pemodelan sumber gempa yang andal untuk mendukung mitigasi risiko dan pembaruan standar bangunan tahan gempa. Di Indonesia, pemilihan antara pendekatan sumber area dan seismisitas terhalus selama ini cenderung didasarkan pada ketersediaan data, bukan pada evaluasi ilmiah, serta belum pernah dibandingkan secara sistematis dalam skala nasional. Penelitian ini membandingkan kedua pendekatan tersebut di seluruh wilayah Indonesia untuk mengevaluasi perbedaannya dalam estimasi percepatan tanah puncak sekaligus menilai kemampuan prakiraan dari model seismisitas terhalus. Kedua model diterapkan pada katalog gempa yang telah melalui proses pemisahan gempa susulan dan menggunakan persamaan prediksi gerakan tanah yang identik dalam kerangka analisis bahaya seismik probabilistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model secara konsisten mengidentifikasi Sulawesi Utara sebagai wilayah dengan ancaman tertinggi dan Kalimantan dengan ancaman terendah. Model seismisitas terhalus menghasilkan nilai percepatan tanah puncak maksimum yang lebih tinggi, yaitu 2,13 g, dibandingkan model sumber area yang menghasilkan masing-masing 1,1597 g dan 1,5901 g pada probabilitas terlampaui 10
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606300120
Keyword
Earthquake source Smoothing seismicity Probabilistic seismic hazard analysis Peak ground acceleration