Deteksi Komunitas pada Jaringan Graf Transaksi Bitcoin Berarah-Berbobot
Penelitian ini bertujuan membandingkan performa algoritma Louvain
dan Leiden dalam mendeteksi komunitas berdasarkan nilai modularitas
serta mengidentifikasi pola komunitas pada jaringan graf transaksi
Bitcoin berarah–berbobot. Dataset yang digunakan berasal dari Bitcoin
Transactions from 2009 to 2020 dengan fokus pada transaksi tanggal 7
Oktober 2020. Tahapan penelitian meliputi preprocessing data,
konstruksi graf, transformasi dan normalisasi bobot, implementasi
algoritma, evaluasi modularitas (Q), serta analisis pola komunitas
menggunakan metrik Transitivity dan Hub Dominance. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa algoritma leiden menghasilkan nilai modularitas
yang lebih tinggi yaitu 0.9118 dibandingkan algoritma louvain yang
memperoleh nilai 0.8305. Meskipun demikian, algoritma leiden
menghasilkan jumlah komunitas yang lebih sedikit yaitu 35,374
komunitas dibandingkan algoritma Louvain yang menghasilkan 78,365
komunitas. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun algoritma leiden
menghasilkan jumlah komunitas yang lebih banyak tapi struktur
internal komunitasnya jauh lebih kuat dibandingkan Louvain.
Selanjutnya dalam identifikasi pola komunitas hasil deteksi kedua
algoritma, pola komunitas lebih dominan diklasifikasikan ke pola Star-
based dengan presentase 62.58% pada algoritma leiden dan 50,94%
pada algoritma Louvain. Sementara itu, apabila dilakukan identifikasi
pada setiap node sebanyak 52.94
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606300119
Keyword
Bitcoin Graf Berarah-Berbobot Deteksi Komunitas Louvain Leiden Modularitas