PENGARUH VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU TAHAN PERLAKUAN PANAS ISOTERMAL TERHADAP DEGRADASI MIKROSTRUKTUR DAN KEKERASAN PIPA BOILER BAJA SA 210 A1
Pipa boiler baja SA 210 A1 merupakan komponen kritis pada
sistem PLTU yang beroperasi pada temperatur dan tekanan
tinggi, sehingga rentan mengalami degradasi mikrostruktur
dan penurunan sifat mekanik. Penelitian ini bertujuan
mengetahui pengaruh variasi temperatur dan waktu tahan
perlakuan panas isotermal terhadap evolusi mikrostruktur dan
kekerasan baja SA 210 A1, serta mengestimasi remaining life
material. Perlakuan panas isotermal diterapkan pada
temperatur 540, 585, 630, 675, dan 720˚C dengan waktu
tahan 1, 3, 10, 30, 100 jam, diikuti karakterisasi melalui
metalografi optik, Scanning Electron Microscope (SEM), dan
uji kekerasan Vickers. Hasil menunjukkan sferoidisasi
sementit berlangsung progresif seiring meningkatnya
temperatur dan waktu tahan, disertai pertumbuhan butir ferit yang menyebabkan penurunan kekerasan dari 160,57 HV (as – received) hingga 103,00 HV (720˚C/100 jam). Temperatur
terbukti lebih dominan dibandingkan waktu tahan dalam
mempercepat degradasi. Berdasarkan klasifikasi ERA
Technology, kondisi as – received berada pada stage A
(remaining life 100%) dan kondisi 720˚C/100 jam mencapai
Stage E. Pada temperatur operasi nominal 540˚C material
masih aman dengan remaining life 90 – 100%.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606300117
Keyword
baja SA 210 A1 perlakuan panas isotermal sferoidisasi sementit kekerasan Vickers remaining life