Analisis Potensi Interaksi Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 dengan Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X Bandar Lampung
Diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering terjadi secara bersamaan sehingga memerlukan penggunaan beberapa obat dalam terapi. Penggunaan berbagai jenis obat ini dapat menyebabkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi serta mengetahui potensi terjadinya interaksi obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien periode Oktober–Desember 2025 di Rumah Sakit X Bandar Lampung. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 61 rekam medis pasien. Data dianalisis menggunakan UpToDate® Lexidrug™ untuk mengetahui mekanisme interaksi dan tingkat keparahan interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi antidiabetes yang paling banyak diberikan yaitu kombinasi metformin dan gliclazide (16,39%), terapi antihipertensi yang paling banyak diberikan yaitu terapi tunggal amlodipine (26,23%), serta obat lain yang paling banyak diberikan kepada pasien yaitu simvastatin (19,67%). Potensi interaksi obat didominasi oleh mekanisme interaksi farmakodinamik dan tingkat keparahan moderat (68,93%). Penggunaan berbagai jenis obat pada pasien diabetes melitus dengan hipertensi berpotensi menimbulkan interaksi obat sehingga perlu dilakukan pemantauan terapi untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606300093
Keyword
Interaksi obat diabetes melitus tipe 2 hipertensi profil penggunaan obat