KAJIAN AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL AMPAS SISA DESTILASI KEMEDANGAN GAHARU (Aquilaria malaccensis) SECARA IN VIVO
Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global dengan
Indonesia menempati urutan kelima terbanyak di dunia. Ampas
sisa destilasi kayu gaharu kelas kemedangan (Aquilaria
malaccensis) mengandung senyawa fenol, flavonoid, dan kuinon
yang berpotensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan
menentukan aktivitas antidiabetes dan dosis efektif ekstrak etanol
ampas sisa destilasi kemedangan gaharu pada tikus jantan galur
Wistar yang diinduksi aloksan. Pembuatan simplisia dilakukan
dengan cara dioven pada suhu 50 derajat Celsius selama 3 hari. Ekstraksi yang
dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol
96 persen. Skrining fitokimia pada ekstrak mendeteksi keberadaan
metabolit sekunder flavonoid, fenol, dan kuinon. Metode uji in
vivo dilakukan menggunakan hewan uji tikus yang diinduksi
aloksan dengan dosis 150mg/kgBB. Sebanyak 25 tikus dibagi
menjadi lima kelompok: normal, kontrol negatif (CMC Na 0,5 persen),
kontrol positif (metformin), dan dua kelompok uji dosis 500
mg/kgBB dan 750 mg/kgBB. Pada 144 jam setelah pemberian
terapi, kedua dosis menghasilkan penurunan glukosa darah 62,52 persen
dan 67,45 persen. Dosis 750 mg/kgBB berbeda bermakna terhadap
kontrol negatif (p≤0,05) dan merupakan dosis dengan penurunan
tertinggi, tetapi tidak berbeda bermakna terhadap metformin
(p>0,05). Namun kedua dosis uji (500 mg/kgBB dan 750
mg/kgBB) tidak menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik
baik pada 72 jam maupun 144 jam pemberian terapi, sehingga
penambahan dosis tidak menghasilkan peningkatan efek yang
sebanding terhadap penurunan glukosa darah tikus.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606300091
Keyword
Aquilaria malaccensis ampas sisa destilasi antidiabetes flavonoid aloksan