PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH SEBAGAI COVER DALAM PENCEGAHAN PEMBENTUKAN AIR ASAM TAMBANG
Air asam tambang (AAT) merupakan limbah berbahaya yang dihasilkan dari proses oksidasi mineral sulfida dalam batuan, yang dapat mencemari lingkungan perairan di sekitar area pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai lapisan penutup (cover) terhadap material PAF (Potentially Acid Forming) dalam mencegah pembentukkan Air asam Tambang. Metode yang digunakan adalah simulasi Leaching Column selama 28 hari dengan tiga variasi ketebalan lapisan, yaitu: Tabung 1 (FABA 10 cm : PAF 10 cm), Tabung 2 (FABA 10 cm : PAF 20 cm) dan Tabung 3 (FABA 20 cm : PAF 10 cm). Parameter yang diamati meliputi nilai pH dan Total Dissolved Solids (TDS) air lindian. Analisis secara statistik dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji beda non-parametrik (Kruskal-Wallis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi Tabung 1 menghasilkan nilai pH tertinggi (rata-rata 6,75) dan TDS terendah (495,68 mg/L), menunjukkan efektivitas terbaik dalam menetralkan keasaman dan menahan pelarutan ion. Nilai pH dari semua tabung berdistribusi normal (p > 0,05), sedangkan nilai TDS tidak normal. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap nilai TDS antar variasi pelapisan (p= 0,464). Dapat disimpulkan penelitian ini bahwa FABA efektif digunakan sebagai lapisan pelindung untuk menghambat pembentukkan AAT, tetapi efektivitasnya bergantung pada komposisi dan ketebalan lapisan yang digunakan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606300077
Keyword
Air Asam Tambang Fly Ash Bottom Ash Lapisan Pelindung Uji Normalitas Uji Kruskal-Wallis