Pengaruh Torefaksi Dengan Tungku Listrik Terhadap Karakteristik Biopelet Kayu Gamal
Penggunaan bahan bakar fosil di Indonesia terus mengalami peningkatan dan
menjadi salah satu masalah utama di negara ini. Sebagai solusinya, diperlukan
bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Biomassa
padat, seperti biopelet, merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan.
Pelet kayu yang terbuat dari tanaman gamal telah memenuhi beberapa standar
karakteristik, termasuk kadar air, kadar abu, zat terbang, serta karbon terikat.
Namun, biopelet ini masih memiliki kelemahan dalam hal ketahanan terhadap
air dan efisiensi pembakaran. Untuk meningkatkan karakteristik biopelet kayu
gamal, salah satu upaya yang dilakukan adalah perlakuan torefaksi. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan torefaksi terhadap
karakteristik biopelet kayu gamal. Proses pembuatan biopelet dilakukan
dengan mesin hidrolik bertekanan 2,5 ton, sementara suhu torefaksi yang
digunakan adalah 280 ℃ dan 300 ℃ selama 20 menit, sesuai dengan standar
SNI 8021:2014. Hasil terbaik diperoleh pada suhu torefaksi 300 ℃, di mana
biopelet kayu gamal berhasil memenuhi standar nasional tersebut. Karakteristik terbaik yang ditemukan pada suhu tersebut meliputi daya serap
air yang rendah (1,817% setelah 1 jam perendaman) dan laju pembakaran
sebesar 0,098 gram/menit. Kesimpulannya, perlakuan torefaksi pada berbagai
suhu meningkatkan kualitas biopelet kayu gamal secara signifikan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606300039
Keyword
Biopelet Daya Serap Air Kayu Gamal Laju Pembakaran Torefaksi