Analisis Tingkat Kenyamanan di Wilayah Kota Bandar Lampung terhadap Fenomena Urban Heat Island (UHI) Menggunakan Temperature Humidity Index (THI) Tahun 2019–2024
Perkembangan wilayah perkotaan di Kota Bandar Lampung menyebabkan perubahan penggunaan lahan dan berkurangnya ruang terbuka hijau yang memicu peningkatan suhu serta fenomena Urban Heat Island (UHI). Kondisi ini berdampak pada penurunan kenyamanan termal masyarakat akibat kombinasi suhu udara dan kelembapan relatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kenyamanan termal, kondisi suhu dan kelembapan, serta intensitas UHI periode 2019–2024. Data yang digunakan meliputi data re-analisis ERA5 berupa suhu udara dan kelembapan relatif untuk perhitungan Temperature Humidity Indeks (THI), dan data citra Landsat 8 OLI/TIRS Collection 2 Level-1 untuk memperoleh Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Land Surface Temperature (LST), dan intensitas dari UHI. Metode yang digunakan adalah analisis spasial dan temporal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rata-rata di Kota Bandar Lampung cenderung meningkat pada periode 2023–2024, yang diikuti dengan kondisi kelembapan relatif dengan kisaran 79%–87%. Kombinasi dari parameter tersebut berpengaruh secara langsung terhadap peningkatan nilai THI. Nilai THI berada pada kisaran 25,37°C–26°C yang menunjukkan kondisi termal dominan di wilayah Bandar Lampung dengan kategori kurang nyaman. Secara spasial, wilayah dengan vegetasi tinggi memiliki suhu dan intensitas UHI lebih rendah, sedangkan wilayah dengan vegetasi rendah yaitu pusat kota menunjukkan nilai UHI yang lebih tinggi, dan berdampak pada penurunan kenyamanan termal.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606300026
Keyword
Urban Heat Island Kenyamanan Termal Temperature Humidity Index Land Surface Temperature Normalized Difference Vegetation Index