UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TERHADAP EKSTRAK DAN FRAKSI BUAH BUNI (Antidesma bunius (L.) Spreng) SECARA IN VITRO SEBAGAI ANTI-AGING
Penuaan dini akibat paparan sinar UV memicu pembentukan radikal bebas sehingga diperlukan antioksidan, salah satunya berasal dari buah buni (Antidesma bunius (L.) Spreng) yang mengandung metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi buah buni secara in vitro serta perbedaan signifikansi nilai IC50 menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dengan asam askorbat sebagai kontrol positif. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 70 persen dan fraksinasi ECC menggunakan aquadest, etil asetat, dan n-heksana. Aktivitas antioksidan dianalisis berdasarkan nilai IC50 menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, Welch ANOVA, dan post hoc Games-Howell. Nilai IC50 ekstrak, fraksi aquadest, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksana berturut-turut adalah 66,491 ± 6,604 μg/mL; 119,242 ± 3,552 μg/mL; 51,704 ± 4,202 μg/mL; dan 42,525 ± 1,145 μg/mL. Hasil statistik menunjukkan fraksi aquadest dan asam askorbat berbeda signifikan (p < 0> 0,05). Disimpulkan bahwa fraksi n-heksana menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi berdasarkan nilai IC50 terendah dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami dalam pencegahan penuaan dini, meskipun aktivitasnya tidak berbeda signifikan secara statistik dengan ekstrak dan fraksi etil asetat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606290109
Keyword
Antioksidan Buah buni DPPH IC50 In vitro