Arahan Pengembangan Zonasi Kawasan Kota Tua Telukbetung Berdasarkan Perubahan Morfologi
Kawasan kota tua Telukbetung merupakan kawasan bersejarah di Kota Bandar Lampung yang telah mengalami perubahan fisik secara terus menerus akibat proses urbanisasi, pergeseran fungsi lahan, dan degradasi bangunan bersejarah. Meskipun kawasan ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Kota (KSK) sosial-budaya dalam RTRW Kota Bandar Lampung Tahun 2021-2041, kawasan ini belum memiliki arahan pengembangan zonasi yang didasarkan pada kajian karakter morfologi kawasan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan zonasi kawasan kota tua Telukbetung berdasarkan perubahan morfologi kawasan pada empat titik waktu, yaitu 1877, 1916, 2001, dan 2025. Pendekatan yang digunakan adalah deduktif dengan metode analisis spasial-temporal, komparatif, dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan 95% mengalami perubahan dari total luas wilayah 73,93 hektar dan bertransformasi dari karakter agraris-maritim menuju kawasan urban padat. Pola jaringan jalan menunjukkan konsistensi morfologi yang tinggi karena pola grid kolonial tetap menjadi kerangka utama hingga periode kontemporer. Perubahan paling dinamis terjadi pada pola bangunan, yang berkembang dari tiga tipologi sederhana pada periode kolonial menjadi empat tipologi heterogen dengan kepadatan jauh lebih tinggi pada periode pasca-reformasi. Berdasarkan sintesis perubahan morfologi lintas empat periode dan arah kebijakan yang berlaku, kawasan dibagi menjadi zona inti yang mencakup koridor Pasar Tengah, Masjid Jami Al-Anwar, Vihara Thay Hin Bio, serta eks-area pelabuhan dan eks-stasiun kereta api Telukbetung; zona penyangga yang meliputi perdagangan-jasa dan permukiman di sekitar inti; zona pengembangan yang mencakup permukiman organis di pinggiran kawasan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606290097
Keyword
Morfologi Kota Kawasan Bersejarah Perubahan Morfologi Zonasi Cagar Budaya