ANALISIS PENGARUH FREKUENSI TERHADAP ATENUASI GELOMBANG CODA MELALUI PEMROSESAN DATA SEISMOGRAM DI PULAU JAWA BAGIAN BARAT
Pulau Jawa bagian barat merupakan wilayah tektonik aktif yang dibentuk oleh zona subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia, serta keberadaan sistem sesar aktif yang menghasilkan medium bawah permukaan heterogen. Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut relevan untuk dikaji menggunakan analisis gelombang coda guna memahami karakteristik atenuasi seismik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh frekuensi terhadap atenuasi gelombang coda di wilayah Jawa bagian barat menggunakan data seismogram dari stasiun BBJI, DBJI, dan TNGI periode 2009–2021. Analisis dilakukan dengan metode Coda-Q menggunakan model single backscattering pada rentang frekuensi 1–7 Hz dan variasi window length 20–120 s. Tahapan pengolahan meliputi pre-processing, penentuan onset coda pada 2ts, seleksi data berdasarkan kriteria SNR ≥ 3, serta estimasi faktor kualitas coda (Q_(C )). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Q_(C ) meningkat seiring bertambahnya frekuensi pada seluruh stasiun, sedangkan nilai Qc^(-1) menurun terhadap frekuensi. Pada window length 40 s, nilai Q_(C ) berkisar antara 83.24 - 664.45 di DBJI, 140.89 - lebih dari 1200 di BBJI, dan 121.94 - 1904.34 di TNGI. Hubungan Q_(C )terhadap frekuensi mengikuti model hukum daya dengan nilai Q_(0 )yang relatif rendah dan eksponen frekuensi (η) umumnya lebih besar dari satu, yang mengindikasikan kondisi tektonik aktif dan medium bawah permukaan yang heterogen. Variasi nilai parameter antar stasiun menunjukkan pengaruh litologi, sesar, dan struktur geologi terhadap mekanisme atenuasi gelombang coda. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mendukung kajian seismotektonik serta mitigasi risiko gempa bumi di wilayah Jawa Barat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606290094
Keyword
Gelombang Coda Atenuasi Frekuensi Jawa Faktor Kualitas Qc