Identifikasi Bahaya Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Tanggamus
Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi dan berdampak pada aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Kabupaten Tanggamus memiliki potensi bahaya banjir yang cukup tinggi akibat curah hujan yang tinggi, kondisi topografi, serta perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya banjir dan luasan masing-masing kelas bahaya di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah pembobotan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan parameter curah hujan, elevasi, kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah, dan kerapatan sungai. Seluruh parameter direklasifikasi dan digabungkan untuk menghasilkan peta bahaya banjir. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat bahaya banjir di Kabupaten Tanggamus terbagi menjadi empat kelas, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Wilayah dengan tingkat bahaya sangat tinggi terdapat pada Kecamatan Semaka, Wonosobo, Kota Agung, serta wilayah pesisir. Secara kuantitatif, luas masing-masing kelas bahaya yaitu rendah sebesar 1.020,305 Ha, sedang 125.596,7 Ha, tinggi 111.354 Ha, dan sangat tinggi 12.612,1 Ha. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah berada pada tingkat bahaya sedang hingga tinggi, sehingga memerlukan perhatian dalam upaya mitigasi banjir dan pengelolaan wilayah berbasis risiko.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606290058
Keyword
Banjir Bahaya SIG Kabupaten Tanggamus