Analisis Karakteristik Coronal Mass Ejection (CME) Pada Siklus 23 dan 24 Matahari
Penelitian ini menganalisis karakteristik Coronal Mass Ejections (CME)
pada Siklus Matahari 23 dan 24 berdasarkan parameter kecepatan linear
dan lebar sudut. Data CME diperoleh dari katalog SOHO/LASCO un-
tuk periode Mei 1996 hingga Desember 2019. Segmentasi fase aktivitas
Matahari ditentukan menggunakan titik infleksi pada kurva 13-month
smoothed Sunspot Number (SSN) yang dimodelkan dengan weighted
cubic smoothing spline fitting. Analisis dilakukan melalui statistik desk-
riptif, distribusi parameter, analisis per fase, dan Uji Mann–Whitney U.
Hasil menunjukkan bahwa Siklus 23 memiliki 16.502 kejadian CME,
sedangkan Siklus 24 memiliki 15.784 kejadian. Pada fase maximum,
Siklus 24 mencatat frekuensi lebih tinggi, yaitu 11.441 kejadian, diban-
dingkan Siklus 23 sebanyak 7.853 kejadian. Namun, CME pada Siklus
23 memiliki kecepatan yang lebih tinggi, dengan median 329 km/s dan
rata-rata 383,19 km/s, dibandingkan Siklus 24 sebesar 291 km/s dan
328,54 km/s. Median lebar sudut Siklus 23 juga sedikit lebih tinggi,
yaitu 34◦, dibandingkan Siklus 24 sebesar 31◦, meskipun rata-rata lebar
sudut Siklus 24 sedikit lebih besar. Uji Mann–Whitney U menunjukkan
perbedaan signifikan pada kecepatan linear (p ≪ 0,001) dan lebar sudut
(p = 0,036). Hasil ini menunjukkan bahwa Siklus 23 lebih dominan
secara kinematik, sedangkan Siklus 24 memiliki frekuensi CME yang
padat pada fase maksimum tetapi didominasi oleh CME berkecepatan
lebih rendah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606290045
Keyword
Coronal Mass Ejections Kecepatan Linear Lebar Sudut Siklus Matahari 23 dan 24 Titik Infleksi