Pemodelan Hidrodinamika Pemodelan Hidrodinamika Muara Way Sekampung Menggunakan Delft3d Dengan Pendekatan Eco-Geomorfodinamik Untuk Mengevaluasi Peran Mangrove Sebagai Pelindung Pantai Di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan
Muara Way Sekampung di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan
merupakan kawasan perairan yang memiliki karakteristik
hidrodinamika yang kompleks akibat interaksi antara aliran sungai,
pasang surut, dan kondisi lingkungan pesisir di sekitarnya. Wilayah
muara merupakan daerah pertemuan antara aliran sungai dan laut
sehingga menghasilkan dinamika perairan yang terus berubah sesuai
kondisi oseanografi yang terjadi. Dinamika hidrodinamika pada
wilayah muara dapat memengaruhi pola pergerakan arus serta kondisi
lingkungan perairan di sekitarnya. Selain dipengaruhi oleh faktor
hidrodinamika, keberadaan vegetasi mangrove juga memiliki peran
dalam memengaruhi karakteristik perairan karena vegetasi mangrove
dapat memberikan hambatan terhadap aliran air yang melintas pada
kawasan vegetasi. Hambatan tersebut dapat memengaruhi perubahan
pola serta kecepatan arus pada wilayah muara. Oleh karena itu,
diperlukan
analisis
yang mampu menggambarkan kondisi hidrodinamika serta pengaruh keberadaan mangrove terhadap
karakteristik arus di Muara Way Sekampung.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pasang surut dan
pola arus di Muara Way Sekampung menggunakan model FLOW
Delft3D, menilai pengaruh model mangrove dalam meredam arus dan
mengubah pola arus di Muara Way Sekampung, serta menerapkan
pendekatan eco-geomorfodinamik dalam Delft3D untuk mengevaluasi
efektivitas mangrove berdasarkan perubahan pola dan kecepatan arus
di Kecamatan Sragi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
deskriptif dengan pendekatan pemodelan numerik menggunakan
Delft3D-FLOW. Data yang digunakan meliputi data bathimetri, data
pasang surut, data debit Sungai Way Sekampung, serta data persebaran
vegetasi mangrove pada wilayah penelitian. Tahapan penelitian
dilakukan melalui pengumpulan data, penyusunan domain model,
pembuatan grid, penentuan kondisi batas model, simulasi
hidrodinamika, serta validasi model menggunakan data pengamatan.
Pendekatan eco-geomorfodinamik pada penelitian ini
diterapkan dengan merepresentasikan vegetasi mangrove sebagai
elemen hambatan terhadap aliran melalui pemberian nilai kekasaran
(roughness) menggunakan koefisien Manning pada area vegetasi
mangrove. Nilai kekasaran yang diberikan pada area mangrove berbeda
dengan area perairan terbuka sehingga keberadaan vegetasi dapat
direpresentasikan dalam model sebagai faktor yang memengaruhi
pergerakan aliran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang
digunakan mampu merepresentasikan kondisi lapangan dengan baik
berdasarkan proses validasi yang telah dilakukan. Hasil simulasi
menunjukkan bahwa karakteristik pasang surut di Muara Way
Sekampung termasuk tipe pasang surut campuran condong harian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal). Hasil simulasi
hidrodinamika menunjukkan bahwa pola pergerakan arus mengalami
perubahan mengikuti kondisi pasang surut sehingga menghasilkan arah
dan distribusi arus yang berbeda pada setiap fase pasang surut.
Keberadaan vegetasi mangrove memberikan pengaruh terhadap
karakteristik arus melalui penurunan kecepatan arus akibat
meningkatnya hambatan terhadap aliran air pada area vegetasi. Selain
memengaruhi besarnya kecepatan arus, keberadaan mangrove juga
memengaruhi distribusi pola arus pada wilayah sekitar vegetasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penerapan
pendekatan eco-geomorfodinamik menggunakan Delft3D-FLOW
dapat digunakan untuk merepresentasikan pengaruh vegetasi mangrove
terhadap karakteristik hidrodinamika di Muara Way Sekampung.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606290035
Keyword
Hidrodinamika Delft3D-FLOW Eco-geomorfodinamik Mangrove Muara Way Sekampung