(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Pemodelan Hidrodinamika Pemodelan Hidrodinamika Muara Way Sekampung Menggunakan Delft3d Dengan Pendekatan Eco-Geomorfodinamik Untuk Mengevaluasi Peran Mangrove Sebagai Pelindung Pantai Di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan


View/Open

Author
NENCI, RINDU ELISABET SIDABUTAR

Date Published
26 Jun 2026

Advisor
Suciana, S.T., M.T.,

Subject
Teknik Kelautan

Publisher


Muara Way Sekampung di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan merupakan kawasan perairan yang memiliki karakteristik hidrodinamika yang kompleks akibat interaksi antara aliran sungai, pasang surut, dan kondisi lingkungan pesisir di sekitarnya. Wilayah muara merupakan daerah pertemuan antara aliran sungai dan laut sehingga menghasilkan dinamika perairan yang terus berubah sesuai kondisi oseanografi yang terjadi. Dinamika hidrodinamika pada wilayah muara dapat memengaruhi pola pergerakan arus serta kondisi lingkungan perairan di sekitarnya. Selain dipengaruhi oleh faktor hidrodinamika, keberadaan vegetasi mangrove juga memiliki peran dalam memengaruhi karakteristik perairan karena vegetasi mangrove dapat memberikan hambatan terhadap aliran air yang melintas pada kawasan vegetasi. Hambatan tersebut dapat memengaruhi perubahan pola serta kecepatan arus pada wilayah muara. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang mampu menggambarkan kondisi hidrodinamika serta pengaruh keberadaan mangrove terhadap karakteristik arus di Muara Way Sekampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pasang surut dan pola arus di Muara Way Sekampung menggunakan model FLOW Delft3D, menilai pengaruh model mangrove dalam meredam arus dan mengubah pola arus di Muara Way Sekampung, serta menerapkan pendekatan eco-geomorfodinamik dalam Delft3D untuk mengevaluasi efektivitas mangrove berdasarkan perubahan pola dan kecepatan arus di Kecamatan Sragi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan pemodelan numerik menggunakan Delft3D-FLOW. Data yang digunakan meliputi data bathimetri, data pasang surut, data debit Sungai Way Sekampung, serta data persebaran vegetasi mangrove pada wilayah penelitian. Tahapan penelitian dilakukan melalui pengumpulan data, penyusunan domain model, pembuatan grid, penentuan kondisi batas model, simulasi hidrodinamika, serta validasi model menggunakan data pengamatan. Pendekatan eco-geomorfodinamik pada penelitian ini diterapkan dengan merepresentasikan vegetasi mangrove sebagai elemen hambatan terhadap aliran melalui pemberian nilai kekasaran (roughness) menggunakan koefisien Manning pada area vegetasi mangrove. Nilai kekasaran yang diberikan pada area mangrove berbeda dengan area perairan terbuka sehingga keberadaan vegetasi dapat direpresentasikan dalam model sebagai faktor yang memengaruhi pergerakan aliran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang digunakan mampu merepresentasikan kondisi lapangan dengan baik berdasarkan proses validasi yang telah dilakukan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa karakteristik pasang surut di Muara Way Sekampung termasuk tipe pasang surut campuran condong harian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal). Hasil simulasi hidrodinamika menunjukkan bahwa pola pergerakan arus mengalami perubahan mengikuti kondisi pasang surut sehingga menghasilkan arah dan distribusi arus yang berbeda pada setiap fase pasang surut. Keberadaan vegetasi mangrove memberikan pengaruh terhadap karakteristik arus melalui penurunan kecepatan arus akibat meningkatnya hambatan terhadap aliran air pada area vegetasi. Selain memengaruhi besarnya kecepatan arus, keberadaan mangrove juga memengaruhi distribusi pola arus pada wilayah sekitar vegetasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penerapan pendekatan eco-geomorfodinamik menggunakan Delft3D-FLOW dapat digunakan untuk merepresentasikan pengaruh vegetasi mangrove terhadap karakteristik hidrodinamika di Muara Way Sekampung.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606290035

Keyword
Hidrodinamika Delft3D-FLOW Eco-geomorfodinamik Mangrove Muara Way Sekampung