(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Komparatif Algoritma Louvain dan Label Propagation Algorithm (LPA) dalam Deteksi Komunitas pada Jaringan Diskusi YouTube Samsung S25


View/Open

Author
Irvan, Alfaritzi

Date Published
29 Jun 2026

Advisor
Ira Safitri, S.Si., M.Si., M.Sc.,
Dewi Indra Setiawan, M.Si,

Subject
Sains Data

Publisher


Peluncuran Samsung S25 memicu ledakan interaksi dan polarisasi opini di kolom komentar YouTube. Pola komunikasi yang masif ini menyebabkan information overload yang sulit dipetakan secara manual. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa algoritma Louvain dan Label Propagation Algorithm (LPA) dalam mendeteksi komunitas pada jaringan diskusi warganet. Pendekatan Social Network Analysis (SNA) digunakan dengan memodelkan data sebagai graf murni berarah dan berbobot (strictly directed weighted graph). Dari 16.742 data mentah yang diekstraksi melalui YouTube Data API v3, proses penyaringan menghasilkan jaringan inti Largest Weakly Connected Component (LWCC) berisi 3.208 simpul dan 3.625 sisi. Pengujian membuktikan bahwa algoritma Louvain secara alami mempartisi jaringan ke dalam 36 komunitas dengan nilai Modularity 0.8641 dan waktu eksekusi 0.2020 detik. Sebagai komparasi ekuivalen menggunakan metodologi Structural Baselines, LPA diinisialisasi dengan 36 seed nodes (aktor sentral). Penguncian label pada seed nodes tersebut secara deterministik memusatkan jaringan ke dalam 36 komunitas dengan waktu 0.4432 detik dan Modularity 0.6111. Pada tahap validasi semantik (TF-IDF), LPA terbukti melampaui Louvain dengan rata-rata skor kohesi 0.1121 berbanding 0.1006. Berdasarkan hasil komparasi tersebut, algoritma Louvain lebih unggul dalam memadatkan struktur jaringan secara organik, sementara LPA dengan inisialisasi tokoh sentral terbukti lebih superior dalam memusatkan ketajaman makna dan kohesi topik diskusi.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606290025

Keyword
Deteksi Komunitas Label Propagation Algorithm Louvain Social Network Analysis TF-IDF YouTube