Analisis Komparatif Algoritma Louvain dan Label Propagation Algorithm (LPA) dalam Deteksi Komunitas pada Jaringan Diskusi YouTube Samsung S25
Peluncuran Samsung S25 memicu ledakan interaksi dan polarisasi
opini di kolom komentar YouTube. Pola komunikasi yang masif ini
menyebabkan information overload yang sulit dipetakan secara
manual. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa algoritma
Louvain dan Label Propagation Algorithm (LPA) dalam mendeteksi
komunitas pada jaringan diskusi warganet. Pendekatan Social Network
Analysis (SNA) digunakan dengan memodelkan data sebagai graf
murni berarah dan berbobot (strictly directed weighted graph). Dari
16.742 data mentah yang diekstraksi melalui YouTube Data API v3,
proses penyaringan menghasilkan jaringan inti Largest Weakly
Connected Component (LWCC) berisi 3.208 simpul dan 3.625 sisi.
Pengujian membuktikan bahwa algoritma Louvain secara alami
mempartisi jaringan ke dalam 36 komunitas dengan nilai Modularity
0.8641 dan waktu eksekusi 0.2020 detik. Sebagai komparasi ekuivalen
menggunakan metodologi Structural Baselines, LPA diinisialisasi
dengan 36 seed nodes (aktor sentral). Penguncian label pada seed
nodes tersebut secara deterministik memusatkan jaringan ke dalam 36
komunitas dengan waktu 0.4432 detik dan Modularity 0.6111. Pada
tahap validasi semantik (TF-IDF), LPA terbukti melampaui Louvain
dengan rata-rata skor kohesi 0.1121 berbanding 0.1006. Berdasarkan
hasil komparasi tersebut, algoritma Louvain lebih unggul dalam
memadatkan struktur jaringan secara organik, sementara LPA dengan
inisialisasi tokoh sentral terbukti lebih superior dalam memusatkan
ketajaman makna dan kohesi topik diskusi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606290025
Keyword
Deteksi Komunitas Label Propagation Algorithm Louvain Social Network Analysis TF-IDF YouTube