Perancangan Museum Krakatau di Bandar Lampung Dengan Pendekatan Arsitektur Interaktif
Gunung Krakatau merupakan salah satu gunung berapi bersejarah di Indonesia yang memiliki nilai penting dari sisi geologi, sejarah, terutama sejak terjadinya Letusan Krakatau 1883 yang berdampak secara global. Potensi tersebut menjadikan kawasan Gunung Krakatau sebagai sumber pembelajaran yang sangat kaya, khususnya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fenomena vulkanisme dan kebencanaan.
Upaya awal dalam menghadirkan sarana wisata terkait Gunung Krakatau pernah diwujudkan melalui embrio museum di Desa Tajimalela, Lampung Selatan. Namun, keberadaan fasilitas tersebut saat ini sudah tidak beroperasi, sehingga fungsi wisata berbasis pengetahuan alam dan sejarah belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan akan perancangan museum yang lebih representatif, adaptif, dan mencipatakan aktivitas dinamis
Perancangan Museum Krakatau dengan pendekatan interaktif dan naratif bertujuan untuk menghadirkan pengalaman yang menarik dan partisipatif. Pendekatan ini diwujudkan penggunaan teknologi digital, simulasi, instalasi imersif, serta penataan ruang pamer yang dibagi dalam empat segmen naratif berdasarkan periode penting sejarah Gunung Krakatau. Konsep tersebut diharapkan mampu mengubah aktivitas kunjungan yang semula bersifat fasif menjadi lebih aktif dan interaktifsehingga meningkatkan daya tarik museum sebagai destinasi wisata.
Metode perancangan yang digunakan meliputi, studi preseden, serta analisis kebutuhan ruang dan perilaku pengunjung. Hasil perancangan diharapkan mampu menghasilkan museum yang berfungsi sebagai pusat edukasi, pelestarian sejarah, sekaligus destinasi wisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, Museum Krakatau tidak hanya menjadi wadah informasi, tetapi juga media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi .
Kata kunci : Museum Krakatau, naratif,0020interaktif, vulkanisme, pengalaman ruang
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606290016
Keyword