Analisis Spasial Wilayah Terdampak Banjir di Sepanjang Aliran Sungai (Studi Kasus: Kelurahan Rajabasa, Rajabasa Nunyai dan Gunung Terang, Kota Bandar Lampung)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara spasial wilayah terdampak banjir di sepanjang aliran sungai pada Kelurahan Rajabasa, Rajabasa Nunyai, dan Gunung Terang, Kota Bandar Lampung. Pendekatan yang digunakan meliputi survei lapangan, pengukuran kondisi fisik sungai, serta analisis spasial berbasis data elevasi untuk memodelkan potensi genangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sungai yang cenderung sempit dan dangkal, disertai dengan penyempitan alur sungai akibat keberadaan bangunan di sempadan, penumpukan sampah, serta kondisi tanggul yang tidak optimal, telah menurunkan kapasitas tampung sungai secara signifikan. Berdasarkan riwayat banjir tahun 2026, luas wilayah terdampak tercatat sebesar 7.331 ha dengan tinggi genangan berkisar antara 0,15–1,2 meter. Sementara itu, hasil simulasi menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, yaitu mencapai 40.112 ha pada skenario ketinggian muka air 2,5 meter dan 66.809 ha pada skenario 5 meter, yang mengindikasikan peningkatan luas genangan yang sangat cepat seiring bertambahnya ketinggian muka air. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa faktor topografi, khususnya wilayah dengan elevasi rendah, serta pemanfaatan ruang yang tidak sesuai pada kawasan sempadan sungai menjadi determinan utama dalam memperluas dampak banjir. Oleh karena itu, diperlukan upaya penataan ruang yang berkelanjutan, pengendalian pemanfaatan sempadan sungai, serta peningkatan kapasitas infrastruktur sungai guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Kata kunci: banjir, analisis spasial, sempadan sungai, simulasi genangan, kapasitas sungai.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606280060
Keyword
banjir analisis spasial sempadan sungai simulasi genangan kapasitas sungai