(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Kedalaman Perairan Dangkal dengan Algoritma Stumpf pada Metode Satellite Derived Bathymetry (SDB) di Perairan Pulau Mahitam


View/Open

Author

Date Published
30 Jul 2026

Advisor
Aulia Try Atmojo, S.Kel., M.T.,
Tri Kies Welly, S.T., M.T.,

Subject
Teknik Geomatika

Publisher


Pulau Mahitam, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, merupakan kawasan wisata bahari dengan karakteristik perairan dangkal yang dinamis akibat pengaruh pasang surut, sehingga informasi kedalaman perairan menjadi penting untuk mendukung keselamatan aktivitas wisata dan pengelolaan kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model ekstraksi kedalaman perairan dangkal di Perairan Pulau Mahitam menggunakan algoritma Stumpf berbasis rasio logaritmik band biru dan band hijau citra Sentinel-2A, serta menganalisis pengaruh reduksi pasang surut terhadap ekstraski kedalaman algoritma Stumpf pada tingkat akurasi dan ketelitian vertikal hasil estimasi kedalaman. Data yang digunakan meliputi citra Sentinel-2A Level-2A dan data kedalaman hasil pengukuran lapangan menggunakan Garmin GPSMap 178c sounder dengan prinsip kerjanya sama seperti Single Beam Echosounder (SBES) yang berfungsi sebagai data referensi kalibrasi dan validasi. Pengolahan data meliputi tahapan subset area, masking area perairan menggunakan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI), koreksi sun glint, penerapan algoritma Stumpf, serta uji akurasi menggunakan Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Total Vertical Uncertainty (TVU) berdasarkan standar IHO S-44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi linier sederhana antara nilai rasio band dan kedalaman in situ menghasilkan persamaan y = 0,001x + 0,9802 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,8975. Hasil estimasi kedalaman menggunakan algoritma Stumpf menghasilkan rentang kedalaman antara 0,007 m hingga 27 m. Reduksi pasang surut memberikan pengaruh positif terhadap akurasi hasil estimasi, dengan nilai RMSE menurun dari 2,764 m menjadi 2,712 m dan nilai MAE menurun dari 1,70 m menjadi 1,60 m. Hasil uji TVU menunjukkan peningkatan persentase data yang memenuhi standar ketelitian IHO S-44 dari 54,65% menjadi 61,67% setelah dilakukan reduksi pasut, dengan hasil estimasi kedalaman secara dominan memenuhi Orde 2 standar IHO S-44.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606280059

Keyword
Satellite Derived Bathymetry Algoritma Stumpf Sentinel-2A Mean Sea Level Total Vertical Uncertainty Pulau Mahitam