Analisis Kedalaman Perairan Dangkal dengan Algoritma Stumpf pada Metode Satellite Derived Bathymetry (SDB) di Perairan Pulau Mahitam
Pulau Mahitam, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, merupakan kawasan
wisata bahari dengan karakteristik perairan dangkal yang dinamis akibat pengaruh
pasang surut, sehingga informasi kedalaman perairan menjadi penting untuk mendukung
keselamatan aktivitas wisata dan pengelolaan kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan
untuk membangun model ekstraksi kedalaman perairan dangkal di Perairan Pulau
Mahitam menggunakan algoritma Stumpf berbasis rasio logaritmik band biru dan band
hijau citra Sentinel-2A, serta menganalisis pengaruh reduksi pasang surut terhadap
ekstraski kedalaman algoritma Stumpf pada tingkat akurasi dan ketelitian vertikal hasil
estimasi kedalaman. Data yang digunakan meliputi citra Sentinel-2A Level-2A dan data
kedalaman hasil pengukuran lapangan menggunakan Garmin GPSMap 178c sounder
dengan prinsip kerjanya sama seperti Single Beam Echosounder (SBES) yang berfungsi
sebagai data referensi kalibrasi dan validasi. Pengolahan data meliputi tahapan subset
area, masking area perairan menggunakan Modified Normalized Difference Water Index
(MNDWI), koreksi sun glint, penerapan algoritma Stumpf, serta uji akurasi
menggunakan Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Total
Vertical Uncertainty (TVU) berdasarkan standar IHO S-44. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model regresi linier sederhana antara nilai rasio band dan
kedalaman in situ menghasilkan persamaan y = 0,001x + 0,9802 dengan koefisien
determinasi (R²) sebesar 0,8975. Hasil estimasi kedalaman menggunakan algoritma
Stumpf menghasilkan rentang kedalaman antara 0,007 m hingga 27 m. Reduksi pasang
surut memberikan pengaruh positif terhadap akurasi hasil estimasi, dengan nilai RMSE
menurun dari 2,764 m menjadi 2,712 m dan nilai MAE menurun dari 1,70 m menjadi
1,60 m. Hasil uji TVU menunjukkan peningkatan persentase data yang memenuhi standar
ketelitian IHO S-44 dari 54,65% menjadi 61,67% setelah dilakukan reduksi pasut, dengan
hasil estimasi kedalaman secara dominan memenuhi Orde 2 standar IHO S-44.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606280059
Keyword
Satellite Derived Bathymetry Algoritma Stumpf Sentinel-2A Mean Sea Level Total Vertical Uncertainty Pulau Mahitam