PEMODELAN BANJIR ROB BERBASIS HIDRODINAMIKA DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN MEDAN BELAWAN
Kecamatan Medan Belawan merupakan kawasan pesisir yang secara periodik mengalami banjir rob akibat interaksi antara dinamika pasang surut dan kondisi topografi rendah. Fenomena Super New Moon pada 27 April 2025 memperkuat fase pasang purnama sehingga memicu kejadian banjir rob pada periode 24 April–1 Mei 2025 dengan prediksi ketinggian air pasang mencapai 2,8 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah terdampak dan menganalisis pengaruh kenaikan tinggi muka air laut terhadap kejadian banjir rob menggunakan pemodelan hidrodinamika Delft3d-Flow dengan input pasang surut dari TPXO 10, data angin dari ECMWF ERA5, batimetri dari BATNAS, dan topografi dari DEMNAS. Konstanta harmonik dianalisis menggunakan toolbox t_tide dan diintegrasikan sebagai kondisi batas astronomis pada tiga sisi domain model. Hasil analisis harmonik menghasilkan sepuluh komponen dengan amplitudo M₂ terbesar sebesar 0,5392 m. Nilai Bilangan Formzahl sebesar 0,319 mengklasifikasikan perairan ini sebagai campuran condong ke harian ganda. Nilai HHWL diperoleh sebesar 1,090 m. Simulasi menunjukkan nilai water level tertinggi selama periode kajian sebesar 0,753–0,784 m yang terdeteksi pada 24–25 April 2025 dengan kedalaman genangan 0,261–0,826 m di Kelurahan Belawan I dan Bagan Deli. Validasi menggunakan empat sumber berita resmi menunjukkan kesesuaian yang mendekati pada tiga dari empat sumber yang dibandingkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pasang purnama menjadi faktor utama banjir rob di Medan Belawan dan model Delft3d-Flow mampu merepresentasikan pola genangan secara cukup baik sebagai dasar mitigasi bencana pesisir.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606280020
Keyword
Banjir Rob Delft3d-Flow Pasang Surut TPXO 10 Medan Belawan