PEMODELAN BANJIR ROB BERBASIS HIDRODINAMIKA (STUDI KASUS: KECAMATAN DENTE TELADAS)
Banjir rob adalah genangan air laut di wilayah pesisir akibat
naiknya muka air laut saat pasang tinggi. Kecamatan Dente Teladas,
Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mengalami banjir rob pada
Desember 2024 yang berdampak pada 1.613 KK (± 6.452 jiwa), dengan
ketinggian genangan 50–100 cm dan diperparah jebolnya tanggul ± 300
meter. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketinggian muka air laut
akibat pasang surut dan mengidentifikasi waktu kejadian banjir rob.
Pemodelan menggunakan Delft3D-FLOW dengan grid 123×123
(resolusi 0,1×0,1 km²), periode Oktober - Desember 2024. Data input
meliputi BATNAS dan DEMNAS dari BIG, konstanta pasang surut
TPXO 10.0, dan data angin ECMWF ERA5. Hasil analisis
menunjukkan komponen M2 dominan (amplitudo 0,130 m) dengan tipe
pasang surut semidiurnal (F = 0,0135). Dua periode banjir rob
teridentifikasi: Rob I (3–10 Desember 2024) dengan puncak elevasi
+0,1466 m saat spring tide, dan Rob II (12–20 Desember 2024) dengan
puncak +0,148 m. Wilayah Way Dente mencatat water level tertinggi
(0,599 m) dan Kuala Teladas kedalaman genangan terbesar (1,157 m).
Validasi model menunjukkan kesesuaian baik pada lima dari enam titik
observasi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606270051
Keyword
Banjir rob Delft3D Pasang surut Pemodelan pesisir