Optimasi Sediaan Eyeshadow Krim Berbasis Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Metode Simplex Lattice Design (SLD)
Penggunaan pewarna sintetis yang masif dalam industri kosmetik mata mendorong perlunya alternatif bahan alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi formula eyeshadow krim berbasis ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai sumber antosianin alami. Penelitian dibatasi pada variasi 2 komponen, yaitu ekstrak (10–15 persen) dan isopropyl palmitate (5–10 persen) dengan komponen lain dibuat tetap dalam 8 run percobaan. Optimasi dilakukan menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) dengan dibantu software Design Expert dengan daya sebar dan lekat sebagai respons utama. Interaksi antarkomponen (suku AB dan AB[A-B] untuk daya sebar serta suku AB(A-B) dan AB[A-B]2 guna daya lekat) terbukti lebih dominan dibandingkan pengaruh masing-masing komponen secara terpisah. Formula optimal mengandung ekstrak 13,75 persen dan isopropyl palmitate 6,25 persen. Hasil verifikasi dari kali replikasi formulasi menunjukkan daya sebar 4,80 ± 0,20 cm, daya lekat 28,33 ± 1,53 detik, pH 5,37, dan kadar antosianin 3,8039
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606270027
Keyword
Eyeshadow Krim Bunga Telang Simplex Lattice Design