Perencanaan Lanskap Hutan Kota Way Halim Sebagai Kawasan Ekowisata Di Kota Bandar Lampung
Penelitian ini merespons tekanan alih fungsi lahan dan kebutuhan
ruang ekonomi di Hutan Kota Way Halim, Bandar Lampung. Oleh karena
itu, tujuannya adalah merencanakan lanskap ekowisata yang menyeimbangkan
konservasi ekologi dan ekonomi berkelanjutan, dengan zonasi yang mematuhi
KDB maksimal 10%. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode kualitatif studi
kasus dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi
dokumen. Selanjutnya, hasil inventarisasi menunjukkan topografi landai,
tanah Latosol dengan permeabilitas lambat, vegetasi terdegradasi, serta fauna
yang terancam. Berdasarkan temuan tersebut, analisis mengungkap potensi
ekowisata, minimnya fasilitas, serta keberadaan PKL yang tak tertata. Sebagai
solusi, WH EcoForest nama baru Hutan Kota Way Halim menyusun
masterplan menjadi tiga zona: pertama, Zona Konservasi (90%) untuk
reforestasi endemik Sumatera, kolam retensi, dan bioswale; kedua, Zona
Edukasi dengan ecotrail, nursery, dan amphitheater; sementara Zona
Pemanfaatan Terbatas (10%) berisi plaza, sentra UMKM relokasi PKL, parkir
berpori, camping area, jembatan goyang, jalur sepeda, serta utilitas
hijau. Selain itu, desain kawasan ini menerapkan lima prinsip ekowisata, (1)
konservasi hayati, (2) edukasi lingkungan, (3) pemberdayaan masyarakat, (4)
keberlanjutan ekonomi, dan (5) desain rendah dampak. Dengan
demikian, hasil akhir penelitian ini menyediakan ruang legal dan tertata bagi
pedagang informal, sekaligus memulihkan fungsi ekologis hutan kota secara
berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606270003
Keyword
Perencanaan Lanskap WH EcoForest Zonasi