ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN AKIBAT PERUBAHAN JALAN DARI 2 ARAH MENJADI 1 ARAH (STUDI KASUS, JALAN TEUKU UMAR – JALAN IMAM BONJOL – JALAN PAGAR ALAM, BANDAR LAMPUNG).
Peningkatan volume lalu lintas pada ruas Jalan Teuku Umar, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Pagar Alam di Kota Bandar Lampung menyebabkan penurunan kinerja jalan dan peningkatan biaya perjalanan. Salah satu alternatif penanganan yang dapat diterapkan adalah perubahan sistem jalan dari dua arah menjadi satu arah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kinerja lalu lintas dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) akibat penerapan sistem satu arah. Penelitian dilakukan menggunakan data volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan kuesioner terhadap 100 responden per ruas jalan. Analisis kinerja lalu lintas dilakukan berdasarkan PKJI 2023, sedangkan perhitungan BOK menggunakan metode Bina Marga. Data kuesioner dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem satu arah mampu meningkatkan kinerja lalu lintas. Nilai derajat kejenuhan Jalan Pagar Alam menurun dari 0,66 menjadi 0,33 dan Jalan Imam Bonjol menurun dari 0,95 menjadi 0,36. Selain itu, nilai BOK pada Jalan Pagar Alam menurun dari Rp1.681–Rp1.725/km menjadi Rp1.336/km, sedangkan pada Jalan Imam Bonjol menurun dari Rp1.470–Rp1.493/km menjadi Rp1.307/km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem satu arah mampu meningkatkan kinerja lalu lintas serta meningkatkan efisiensi biaya operasional kendaraan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606260110
Keyword
Biaya Operasional Kendaraan Sistem Satu Arah Kinerja Lalu Lintas Derajat Kejenuhan