Pengaruh Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia) Terhadap Organ Hati dan Profil Darah Mencit Betina Bunting
Buah pare (Momordica charantia) diketahui mengandung berbagai senyawa seperti alkaloid, saponin, flavonoid, terpenoid, cucurbitacin, momordicin, dan charantin. Senyawa tersebut memiliki aktivitas biologis, sehingga buah pare banyak dikonsumsi sebagai obat tradisional. Meskipun memiliki manfaat biologis, penggunaan buah pare dalam dosis tertentu perlu dievaluasi keamanannya karena selama masa kebuntingan terjadi perubahan fisiologis dan fungsi hepar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenolik dan flavonoid pada ekstrak etanol buah pare serta pengaruh pemberiannya terhadap profil darah, kadar SGOT-SGPT, morfologi, dan indeks hepatosomatik hepar mencit betina bunting. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 16 ekor mencit betina bunting yang diberi perlakuan selama 12 hari. Hewan uji dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dosis 1,5 mg/gBB, 1,75 mg/gBB, dan 2 mg/gBB. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol buah pare mengandung total fenolik sebesar 2,04 mg GAE/g dan total flavonoid sebesar 0,75 mg QE/g. Selain itu pemberian ekstrak etanol buah pare tidak memengaruhi profil darah maupun kadar SGOT-SGPT. Namun, terjadi perubahan warna, bintik, dan nodul pada hepar mencit betina bunting serta indeks hepatosomatik mengalami peningkatan pada kelompok perlakuan diduga terjadi peningkatan kandungan lemak dan perubahan fisiologis selama masa kebuntingan
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606260094
Keyword
Indeks hepatosomatik morfologi hati profil darah SGOT-SGPT uji fitokimia