(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Frekuensi Kekeringan Menggunakan WASP serta Keterkaitannya dengan El Nino dan IOD Positif di Provinsi Lampung Periode 1993-2023


Kekeringan meteorogis di Provinsi Lampung berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih, namun gambaran kuantitatif frekuensi dalam jangka panjang belum tersedia. Penelitian ini menganalisis frekuensi kekeringan meteorologis di 14 kabupaten/kota di Provinsi Lampung periode 1993–2023 menggunakan Weighted Anomaly Standardized Precipitation (WASP) serta keterkaitannya dengan El Niño dan IOD positif. Data yang digunakan berupa data curah hujan bulanan dari CHIRPS, indeks Niño 3.4, dan Dipole Mode Index (DMI) dari NOAA PSL. WASP dihitung pada skala 3, 6, 9, dan 12 bulan dengan kekeringan didefinisikan sebagai WASP ≤ −1. Keterkaitan dianalisis melalui perbandingan temporal dan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan kekeringan terjadi di seluruh wilayah Lampung dengan frekuensi 45–60 kejadian, tertinggi di Lampung Utara dan Kota Metro pada WASP-6 (60 kejadian) dan terendah di Mesuji pada WASP-3 (45 kejadian). Secara keseluruhan, WASP-6 memiliki total frekuensi tertinggi (804 kejadian). Kekeringan paling jelas terjadi pada 1997–1998 dan 2003 yang bertepatan dengan El Niño, dan pada 1997 juga bersamaan dengan IOD positif. Korelasi WASP dengan Niño 3.4 negatif di seluruh wilayah (−0,317 hingga −0,612), terkuat di Tulang Bawang pada WASP-6, sedangkan korelasi dengan DMI umumnya negatif namun lebih lemah (−0,364 hingga 0,003). Hasil ini menunjukkan bahwa El Niño berkaitan lebih kuat dengan kekeringan di Provinsi Lampung dibandingkan IOD positif.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606260092

Keyword
Provinsi Lampung Kekeringan Meteorologis WASP El Nino IOD positif